Apakah Impor Utama Negara Malaysia dari Indonesia

Apakah Impor Utama Negara Malaysia dari Indonesia?

Pelatihan Ekspor Impor – Indonesia dan Malaysia, dua negara tetangga di Asia Tenggara, memiliki hubungan dagang yang kuat dan saling menguntungkan. Berikut ini adalah analisis mendalam tentang komoditas utama yang diimpor oleh Malaysia dari Indonesia dan ekspor utama Malaysia ke Indonesia.

Impor Utama Negara Malaysia dari Indonesia

Batu Bara

Batu bara merupakan komoditas utama yang diimpor oleh Malaysia dari Indonesia. Pada tahun 2021, Malaysia mengimpor batubara sebesar RM16,6 miliar dengan 73,8% berasal dari Indonesia. Indonesia, sebagai produsen batu bara terbesar di dunia, memanfaatkan posisi ini untuk memenuhi kebutuhan energi Malaysia.

Bahan Bakar Mineral

Selain batu bara, bahan bakar mineral lainnya juga menjadi bagian penting dari impor Malaysia dari Indonesia. Meskipun mengalami penurunan nilai ekspor di tahun 2020, di mana ekspor bahan mineral Indonesia ke Malaysia hanya senilai US$2,46 Miliar, Malaysia tetap menjadi pengimpor bahan bakar mineral terbesar dari Indonesia.

Nikel

Nikel adalah komponen penting dalam banyak aplikasi industri, dan Indonesia adalah salah satu produsen terbesar di dunia. Malaysia mengimpor nikel ini untuk digunakan dalam berbagai industri, termasuk pembuatan baja tahan karat dan baterai isi ulang. Pada Mei 2023, Malaysia mengimpor 92,66 ribu kg nikel dari Indonesia.

Tembaga

Tembaga adalah logam lain yang diimpor oleh Malaysia dari Indonesia. Produk tembaga yang diimpor dari Indonesia ke Malaysia tercatat sebesar 10,2 ribu ton pada tahun 2021.

Besi dan Baja

Indonesia juga mengekspor besi dan baja ke Malaysia, yang digunakan dalam berbagai aplikasi konstruksi dan manufaktur. Pada tahun 2018, Malaysia mengimpor baja dari Indonesia sebanyak 283,8 ton.

Teh

Indonesia adalah produsen teh terbesar keenam di dunia, dan teh ini sangat populer di Malaysia. Pada periode Januari-September 2021, total impor Malaysia untuk produk teh dari Indonesia sebesar 39,6 juta ringgit Malaysia atau sekitar Rp134,8 miliar. Teh hitam dan teh hijau dari Indonesia adalah beberapa jenis teh yang paling sering diimpor oleh Malaysia.

 

Komoditas Ekspor Malaysia ke Indonesia

Mesin dan Peralatan Mekanik 

Mesin dan peralatan mekanik merupakan komponen utama dalam ekspor Malaysia ke Indonesia. Produk ini mencakup berbagai jenis peralatan, mulai dari mesin industri hingga peralatan rumah tangga. Mesin dan peralatan ini digunakan dalam berbagai sektor industri di Indonesia, termasuk manufaktur, konstruksi, pertanian, dan lainnya.

Peralatan Listrik 

Peralatan listrik, termasuk komponen dan perangkat, juga merupakan bagian penting dari ekspor Malaysia. Indonesia mengimpor berbagai jenis peralatan listrik ini untuk digunakan dalam industri dan rumah tangga. Produk ini mencakup berbagai perangkat, seperti peralatan elektronik, komponen listrik, dan perangkat keras lainnya.

Plastik 

Plastik adalah komoditas ekspor utama lainnya dari Malaysia ke Indonesia. Produk ini mencakup berbagai jenis barang, mulai dari kemasan hingga produk rumah tangga. Plastik ini digunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk pembuatan kemasan, produk rumah tangga, dan komponen industri.

Baca juga Apa Saja Komoditas Ekspor Filipina?

Bahan Kimia Organik 

Bahan kimia organik, yang digunakan dalam berbagai aplikasi industri dan ilmiah, juga merupakan bagian penting dari ekspor Malaysia ke Indonesia. Bahan kimia ini digunakan dalam berbagai sektor, termasuk industri farmasi, kosmetik, makanan dan minuman, serta industri kimia lainnya.

Hubungan dagang antara Indonesia dan Malaysia terus berkembang seiring waktu, dengan kedua negara saling memanfaatkan kekuatan ekonomi dan sumber daya alam mereka. Dengan berbagai komoditas yang diperdagangkan, hubungan ini membantu mendorong pertumbuhan dan kemakmuran di kedua negara. Dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang komoditas yang diperdagangkan, kita dapat lebih memahami dinamika ekonomi antara kedua negara ini dan bagaimana mereka saling mempengaruhi satu sama lain dalam konteks regional dan global.

Tags: No tags

Comments are closed.